Untuk pertama kali pemakaian, cobek memang kerap meninggalkan warna ab abu pada makanan yang di giling. Bagaimana sih, supaya cobek atau ulekan yang baru dibeli siap pakai??. Caranya mudah sekali. Cukup oleskan cobek yang baru dibeli dengan minyak goreng secara merata di seluruh permukaannya. Lalu, panggang di atas kompor sekitar dua atau tiga menit. Lalu setelah dingin, cuci cobek sampai bersih, cobek pun siap digunakan. Sabtu, 02 Mei 2015
Agar Cobek Siap dipakai
Cobek rasanya sangat akrab di kalangan ibu ibu Indonesia. Keberadaannya di dapur menjadi sesuatu yang wajib ada. Tak hanya untuk membuat sambal, menggiling bumbu pun kerap dilakukan menggunakan cobek.
Untuk pertama kali pemakaian, cobek memang kerap meninggalkan warna ab abu pada makanan yang di giling. Bagaimana sih, supaya cobek atau ulekan yang baru dibeli siap pakai??. Caranya mudah sekali. Cukup oleskan cobek yang baru dibeli dengan minyak goreng secara merata di seluruh permukaannya. Lalu, panggang di atas kompor sekitar dua atau tiga menit. Lalu setelah dingin, cuci cobek sampai bersih, cobek pun siap digunakan.
Untuk pertama kali pemakaian, cobek memang kerap meninggalkan warna ab abu pada makanan yang di giling. Bagaimana sih, supaya cobek atau ulekan yang baru dibeli siap pakai??. Caranya mudah sekali. Cukup oleskan cobek yang baru dibeli dengan minyak goreng secara merata di seluruh permukaannya. Lalu, panggang di atas kompor sekitar dua atau tiga menit. Lalu setelah dingin, cuci cobek sampai bersih, cobek pun siap digunakan. Agar Wajan Tak Lengket
Kaum ibu pasti akrab banget dengan benda yang satu ini. Keberadaan wajan memang tak boleh absen saat memasak di dapur. Menggoreng, menumis sudah tentu menggunakan wajan. Tentu ibu ibu pernah mengalami pengalaman masakan yang di goreng lengket di wajan. Masakan jadi sulit di angkat, ujung ujungnya hancur.
Gimana sih, caranya supaya wajan gak lengket??. Jangan salahin wajannya ya bunda. Ini nih tips dari mertua saya supaya wajan tidak lengket. Caranya gampang banget. Jangan campur pemakaian wajan untuk menggoreng lauk dan yang untuk menumis sayur. Gunakan masing masing satu wajan untuk menggoreng dan menumis sayur. Jangan pernah campur adukkan dua penggunaan tersebut. mudah bukan? selamat mencoba.
Gimana sih, caranya supaya wajan gak lengket??. Jangan salahin wajannya ya bunda. Ini nih tips dari mertua saya supaya wajan tidak lengket. Caranya gampang banget. Jangan campur pemakaian wajan untuk menggoreng lauk dan yang untuk menumis sayur. Gunakan masing masing satu wajan untuk menggoreng dan menumis sayur. Jangan pernah campur adukkan dua penggunaan tersebut. mudah bukan? selamat mencoba.
Sabtu, 18 April 2015
Apakah Steril Pasca Melahirkan, Mengganggu Hubungan Suami Istri?
Jika anda mengumpulkan pendapat para dokter, dapat dipastikan, anda akan mendapat jawaban seragam: "steril tidak berpengaruh sama sekali terhadap hubungan suami istri". Para dokter bersikukuh, bahwasaluran yang dipotong sama sekali tidak berhubungan dengan hubungan suami istri.
Tetapi jika anda, membuka forum-forum blog-blog, yang bercerita tentang pengalaman mereka pasca steril, jawaban yang anda dapatkan hampir seragam" kehidupan suami istri mereka terganggu pasca steril". Sang istri, hampir tidak punya lagi keinginan terhadap suaminya. Seseorang yang dekat dengan suami saya bercerita, pasca melahirkan anak ke tiga, ia memutuskan melakukan steril. Setelah itu, ia merasakan dirinya tak seperti dulu, hampir tidak terpikir dikepalanya tentang kehidupan suami istri sebagaimana adanya. Semula, ia menyangka hal tersebut adalah gejala diabetes. Tetapi setelah cek kadar gula, ternyata normal. Karena penasaran, ia pun membuka internet tentang steril. Ternyata, sebelum memutuskan steril, ia hanya membaca tulisan dari medis. Tetapi sama sekali tidak membaca pengalaman dari orang orang yang pernah steril. Dengan mengkonsumsi rawit merah atau yang biasa disebut rica di Sulawesi, ia pun berusaha menemukan dirinya yang dulu. Berhasil, tapi tidak 100%. Mungkin hanya 40 sampai 50%. Daripada tidak sama sekali bukan. Karena tak ingin, orang lain mengalami hal serupa dengannnya, ia pun bertekad untuk kampanye besar-besaran di internet untuk menolak sterilisasi pasca melahirkan. Tetapi suaminya melarang, karena di luar sana, tentu banyak kasus yang berbeda. Ada yang sebuah kehamilan, sangat beresiko tinggi, sehingga mengancam keselamatan ibu hamil. Steril bisa jadi sangat ia butuhkan. Tetapi, untuk orang orang yang tidak ada resiko apapun dalam hamil kembali, bisa jadi steril harus dipikirkan 1000 kali, daripada menyesal kemudian. Tulisan ini, tidak bermaksud sama sekali menentang pernyataan dokter. Atau memvonis bahwa, steril, menyebabkan gangguan pada kaum hawa. Bisa jadi, apa yang dirasakan para perempuan tersebut, adalah sugesti atau indikasi penyakit lain.
Tetapi jika anda, membuka forum-forum blog-blog, yang bercerita tentang pengalaman mereka pasca steril, jawaban yang anda dapatkan hampir seragam" kehidupan suami istri mereka terganggu pasca steril". Sang istri, hampir tidak punya lagi keinginan terhadap suaminya. Seseorang yang dekat dengan suami saya bercerita, pasca melahirkan anak ke tiga, ia memutuskan melakukan steril. Setelah itu, ia merasakan dirinya tak seperti dulu, hampir tidak terpikir dikepalanya tentang kehidupan suami istri sebagaimana adanya. Semula, ia menyangka hal tersebut adalah gejala diabetes. Tetapi setelah cek kadar gula, ternyata normal. Karena penasaran, ia pun membuka internet tentang steril. Ternyata, sebelum memutuskan steril, ia hanya membaca tulisan dari medis. Tetapi sama sekali tidak membaca pengalaman dari orang orang yang pernah steril. Dengan mengkonsumsi rawit merah atau yang biasa disebut rica di Sulawesi, ia pun berusaha menemukan dirinya yang dulu. Berhasil, tapi tidak 100%. Mungkin hanya 40 sampai 50%. Daripada tidak sama sekali bukan. Karena tak ingin, orang lain mengalami hal serupa dengannnya, ia pun bertekad untuk kampanye besar-besaran di internet untuk menolak sterilisasi pasca melahirkan. Tetapi suaminya melarang, karena di luar sana, tentu banyak kasus yang berbeda. Ada yang sebuah kehamilan, sangat beresiko tinggi, sehingga mengancam keselamatan ibu hamil. Steril bisa jadi sangat ia butuhkan. Tetapi, untuk orang orang yang tidak ada resiko apapun dalam hamil kembali, bisa jadi steril harus dipikirkan 1000 kali, daripada menyesal kemudian. Tulisan ini, tidak bermaksud sama sekali menentang pernyataan dokter. Atau memvonis bahwa, steril, menyebabkan gangguan pada kaum hawa. Bisa jadi, apa yang dirasakan para perempuan tersebut, adalah sugesti atau indikasi penyakit lain. Kaki Luka Luka, Kulit mengelupas, Diabetes atau Kanker?
Menggaruk mungkin adalah satu satunya cara yang saya tahu untuk menghilangkan gatal-gatal di kaki. Awalnya hanya sedikit, lama kelamaan menjadi banyak, seperti memar memar kemerahan. Rasa perihnya jangan ditanya, minta ampun. Selain itu, kulit telapak kaki pun mengelupas hebat. Sempat terpikir di kepala saya, " kanker atau diabetes ya". Bukan hanya satu atau dua bulan saya merasakan perih seperti ini. Warna hitam pada telapak kaki, di tambah nyeri yang terasa saat menginjakkan kaki, membuat saya semakin ngeri memikirkan penyakit apa yang bersarang di tubuh saya. Setelah berbulan bulan ingin berobat, akhirnya saya pergi juga ke Rumah Sakit Sari Asih Cileduk. Dua hari sebelumnya saya telah mendaftar lewat telepon, dari pada luntang lantung di sana. Ketiga anak saya, saya serahkan pada bapaknya. Bak seorang gadis, saya melenggang seorang diri, menaiki d22, jurusan Bintaro-Cileduk. Angkot berwarna kuning dan hijau itupun saya stop persis di depan rumah sakit. Langsung saja saya daftar ulang di lobi bagian bawah. Setelah itu, saya mengantre di lantai dua. Dokter kulit perempuan berjilbab itupun memeriksa kaki saya yang luka luka di atas tempat tidur. " Oh, ini eksim". Ujarnya yakin. Syukurlah ternyata bukan diabetes apalagi kanker. Setelah menolak obat telan dengan alasan ginjal tak kuat, saya pun menelantarkan begitu saja obat oles di atas kulkas. Madu hitam asli Sumbawa menjadi pilihan saya. Alhamdulillah, dengan rutin minum madu hitam, luka eksim saya menjadi kering. warna hitam dan nyeri di telapak kaki pun hilang.
Sebelumnya saya pernah, minum beberapa madu yang lain. Tapi sepertinya madu hitam ini sangat cocok untuk penyakit eksim. Berniat mencoba?.
Sebelumnya saya pernah, minum beberapa madu yang lain. Tapi sepertinya madu hitam ini sangat cocok untuk penyakit eksim. Berniat mencoba?.
Jumat, 17 April 2015
Mengobati Kutil Dengan Minyak Zaitun
Entah dengan sebab apa kutil kutil itu bermunculan di tangan kanan saya. Risih sudah pasti dirasakan, karena tangan kanan saya digunakan untuk bersalaman dan menyuapi anak-anak saya. Seingat saya, waktu sd, ada teman yang bercerita, bahwa kutil di tangannya akibat terkena darah ayam, saat memotong unggas tersebut. Saya pikir, saya tidak pernah memotong ayam. Apakah akibat membersihkan ayam potong dan terkena darah yang tersisa pikir saya. Entahlah. Suami saya sempat menawarkan operasi kecil. Ngeri memang, dan apakah mungkin berhasil, karena semakin hari, kutil kutil itu seperti pohon pisang yang bertunas, tumbuh lagi di sebelahnya. Sempat juga bertanya pada tukang jamu, apa sih obat kutil. Si Ibu tukang jamu menjawab" di ikat saja pakai karet gelang". Batin saya menggeleng tanda tak setuju. Sampai akhirnya, saya menemukan obat kutil, murah mudah tanpa sengaja. Saya menemukannya ketika memijat wajah saya dengan minyak zaitun.
Saya memang rutin melakukan pemijatan wajah sehari hari dengan minyak zaitun. Tujuannya untuk mengeluarkan jerawat dan melembabkan kulit. Tanpa di sadari, kutil kutil itu lenyap satu persatu, tanpa saya tahu sebabnya. Tapi yang saya heran, kenapa kutil yang di kaki bersendiri, urung pergi. Sampai akhirnya saya sadar bahwa, jari tangan kanan yang kerap digunakan untuk memijat wajah, sembuh dengan sebab terkena minyak zaitun. Wah, saya merasa menemukan sebuah penemuan baru. Bergegas saya buka internet, ternyata sudah banyak yang menulis, pengobatan kutil dengan minyak zaitun. Ahhh...lucu rasanya jika, ingat bahwa saya mengobati kutil secara tak sengaja. Padahal jika bertanya pada mbah Google, jawabannya sudah ada.
Saya memang rutin melakukan pemijatan wajah sehari hari dengan minyak zaitun. Tujuannya untuk mengeluarkan jerawat dan melembabkan kulit. Tanpa di sadari, kutil kutil itu lenyap satu persatu, tanpa saya tahu sebabnya. Tapi yang saya heran, kenapa kutil yang di kaki bersendiri, urung pergi. Sampai akhirnya saya sadar bahwa, jari tangan kanan yang kerap digunakan untuk memijat wajah, sembuh dengan sebab terkena minyak zaitun. Wah, saya merasa menemukan sebuah penemuan baru. Bergegas saya buka internet, ternyata sudah banyak yang menulis, pengobatan kutil dengan minyak zaitun. Ahhh...lucu rasanya jika, ingat bahwa saya mengobati kutil secara tak sengaja. Padahal jika bertanya pada mbah Google, jawabannya sudah ada.
Kamis, 16 April 2015
Dan Senja Itu Tetap Kelam
wanita itu tetap berdiri dan urung pergi, menangis sebentar kemudian tertawa tanpa arti. senyum bahagia enggan muncul di sudut bibirnya. sedih dan benci menjadi cerita yang melulu. kupandangi wajahnya lekat lekat, ada guratan lelah dan kecewa di sana. aku pun tak mampu membawanya lari dari sepi. wajah sunyinya berkata, laki-lakiku yang tampan, biarkan aku mencari sedikit cinta yang masih tersisa di matamu, biarkan kuhempas rinduku di bahumu, bawa aku pergi dari sunyi....namun senja itu tetap kelam, dan engan berganti menjadi pelangi. jika pedih itu tak pernah terlarang, biarkan aku tetap berdiri
Jumat, 10 April 2015
Toples kerupuk di ruang operasi
Berbeda dengan pertama kali melahirkan, proses kelahiran anak ke 3 kami tidak terlalu membuat saya ketakutan berlebihan. ruang operasi yang walau sudah berganti tiga kali, sudah membuat saya nyaman untuk berbaring d atasnya. Dokter perempuan berkacamata itu, sudah datang, walau telat dan sedikit menimbulkan kasak kusuk tak sedap di mulut perawat. Lagi-lagi tidak boleh membawa kamera, dengan alasan antah berantah. Di tengah operasi, aku nafasku yang terasa sesak tersenggal senggal memaksaku untuk sedikit gelisah, bergerak sedikit tak beraturan. "Ibu kenapa sih, gelisah. Geli-geli basah". Hellow...kasihan sekali ini rumah sakit, mentang mentang baru buka, tidak ada pendidikan komunikasi yang memadai untuk perawat, pikirku. Akhirnya anakku lahir dengan selamat, dengan bantuan si dokter berkacamata dan berkawat gigi tadi, haruskah kusebut namanya di sini....hehehe... Mana, mana tempat ari,-,ari ucap seorang perawat. Seorang yang lain pun membawakan tempat ari ari dari ruang operasi yang berbentuk toples besar dari suamiku yang biasa di pakai untuk menyimpan kerupuk. "Apa ini", tanya si perawat yang menerima toples, buat ari ari jawab yang lain. Dan kontan saja si perawat berucap dengan kencang " SUMPEH LO". haha, itulah sedikit cerita di meja operasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
